Hidup terus membuat saya harus memperkenalkan diri lebih sering pada dunia.
Dulu, setiap kali ada guru baru di kelas, jujur saja saya nggak suka. Selain harus beradaptasi dengan gaya mengajarnya, kami sekelas harus rela memperkenalkan diri, menyebut nama, hobi, sampai cita-cita. Itu adalah bentuk perkenalan paling absurd yang pernah saya lakukan sepanjang hidup. Dan rupanya, momen seperti itu terulang kembali di bangku kuliah setiap kali ada dosen baru di kelas. Polanya selalu sama: nama, hobi, cita-cita, kadang disuruh menyebutkan alasan mengapa kuliah di sana, hingga motivasi.
Ya, saya tahu. Hidup memang harus berjalan demikian. Kita mungkin harus berkenalan dengan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, alam, dan semuanya. Itu menjadi bentuk bahwa kita hanya menjalani peran sebagai makhluk sosial.
Saya enggan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu pada orang baru. Kalau lawan bicara tidak bertanya nama, saya juga begitu. Ada satu cerita aneh yang pernah saya alami. Saya sempat terjebak dalam sebuah obrolan dengan seseorang di media sosial. Umumnya, media sosial pasti akan menampilkan nama kita sebagai username. Dan otomatis ketika kita sedang berkirim pesan, kita akan menyebut satu sama lain dengan nama yang tertera. Namun, saat itu seseorang yang terjebak obrolan dengan saya tidak memasang nama pada akun media sosialnya. Kami pun mengobrol tanpa sapaan apa pun: tidak ada panggilan, tidak ada nama. Dia hanya memanggil saya penulis. Dan saya tidak pernah memanggilnya selain kata "kamu". Belakangan saya baru sadar jika selama ini saya lupa bertanya siapa namanya.
Lihat, betapa saya tidak begitu mementingkan sebuah perkenalan.
Namun, justru itu yang membuat sebuah obrolan menjadi menyenangkan. Ketika kita tidak mengenal apa-apa, kita jadi bebas berbicara tanpa harus merasa takut.
Jadi, pada halaman ini, mungkin saya tidak perlu repot menyebutkan nama. Saya pernah menulis tentang diri saya pada halaman perkenalan di Publikasi Medium. Jika penasaran, kamu bisa mengaksesnya di sini. Dan selamat, itu artinya kamu berhasil berkenalan dengan seseorang yang menyukai sesuatu yang abstrak dan tak terdefinisi.
Lalu, untuk apa halaman ini dibuat jika bukan untuk memperkenalkan diri?
Di halaman ini saya akan mengajak kamu berkenalan lebih dekat dengan tulisan-tulisan saya. Atau lebih tepatnya pada blog saya.
Nama blog ini agak terdengar narsis sebenarnya. Pakai nama saya sendiri. Yah, anggap saja saya sedang belajar untuk menjadi orang yang pede-an. Meskipun kadang saya malu untuk menunjukkan hasil tulisan saya ke orang-orang. Takut di-judge dan dianggap jelek. Jujur saja saya agak takut dengan kritik pedas semacam itu. Tapi saya ngerti bahwa kritik yang saya dapatkan bisa membuat saya jauh lebih berkembang.
Ada apa aja sih di blog ini?
Baiklah, akan saya kenalkan satu per satu rubrik yang ada di dalam blog ini.
0 Komentar